TRIP 2 - Komunitas Rohani




1 Korintus 15:33 (TB)  Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. 

Iya apa Iya?

Apabila kita bergaul dengan orang - orang yang suka makan pasti aktivitas yang akan kita lakukan adalah mencari dan mencoba berbagai makanan. Apabila kita bergaul dengan seseorang yang menyukai ‘wisata outdoor’, kemungkinan kitapun akan ikut bertamasya di alam bebas. Betul? Kalau dengan seorang yang suka membaca / menyukai sastra. Pastilah aktivitas yang akan kita lakukan adalah mencari buku di toko buku. Dan saya berdoa, setiap dari kita juga ’menikmati’ saat teduh kita setiap pagi, AMIN!?

Bagaimana apabila kita bergaul dengan orang – orang yang menyukai ‘hiburan malam’, kapan dan ke mana kita akan pergi sudah bisa ditebak bukan?


Ada sedikit cerita yang menarik, bagaimana firman di atas me-rhema dalam hidup saya. Pada suatu persekutuan doa di Gereja, tepat setelah retret pemulihan pada bulan Agustus 2018. Saya melihat peserta saya dari retret pemulihan pada bulan Mei 2018 dan peserta yang baru saja mengikuti retret pemulihan pada bulan Agustu, lagi duduk berdekatan. Saya memperhatikan mereka sesaat karena mereka mempunyai banyak ‘kemiripan’. Dan tiba – tiba saya mendapat firman ‘itu’. Segera saya berinisiatif mengenalkan mereka berdua. Dengan harapan agar pergaulan mereka di kampus nanti semakin baik. Tapi di dalam hati saya timbul sebuah rasa iri, iri terhadap mereka yang punya teman satu komunitas di dunia sekuler.

Sedangkan keadaan saya saat itu terjebak dalam lingkungan kerja yang banyak menyuarakan keluh kesah. Dengan jenjang karir yang juga tidak terlihat terlalu bagus.

Oleh karena itu saya menyampaikan keluh kesah saya kepada Tuhan. Kenapa saya terjebak dalam keadaan seperti itu. Keluhan itu sifatnya ‘pahit’, karena itu kondisi tersebut tidak baik untuk kondisi hati saya bukan? Saya merasa ditirikan oleh Tuhan. Dan saya memutuskan untuk absen pada retret pemulihan pada bulan Oktober nanti.

Fast forward sedikit, pada retret pemulihan bulan Febuari 2019. Tuhan membukakan ‘luka’ penolakan yang saya alami. Saya lupa kapan pastinya luka ini terjadi, tetapi apa yang Tuhan bukakan sangat jelas. Mengapa selama ini, walau saya adalah seorang pribadi yang cukup mudah bergaul dan diterima oleh kalangan yang lebih muda / seumuran / lebih tua. Tetapi saya sulit untuk ‘membaur’ / buka hati dengan mereka. Ternyata hal itu disebabkan luka penolakan.

Peer pressure, (membanding – bandingkan diri sendiri dengan orang – orang yang seumuran). Dan self-defense mechanism yang saya lakukan adalah menolak sebelum ditolak.

Seminggu setelah retret pemulihan tersebut, saya berdoa meminta sebuah pekerjaan baru. Dan Tuhan kembali membukakan sesuatu, "kalau lingkungan kerja kamu itu 'asik'. Sekarang kamu pasti sudah tidak aktif berada di Gereja." Ya benar, karena dulupun saya adalah seorang pribadi yang membatasi interaksi saya dengan orang - orang Gereja. Yang juga saya sadari, saya jenuh dengan kehidupan saya di Gereja.

Amsal 27:17 (TB)  Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya. 

Namun seperti firman ini, untuk semakin dewasa secara rohani. Interaksi dalam komunitas kita di Gereja itu sangat kita perlukan. Dan dalam komunitas juga kita akan semakin mengerti arti dari kasih Kristus dan bagaimana cara menghadapinya. Sedikit bocoran, beberapa bulan setelah itu saya sangat diproses dalam area pengertian & menghidupi kasih Kristus ini. Bahkan sampai tahun 2020 ‘ini’. Untuk lebih jelasnya, mohon ditunggu dalam beberapa ‘Trip’ ke depan.


Dan berikut bonus lagu yang saya berikan untuk post kali ini:


#1 . GMS – Pulang
Kuingin kau hadir di sini
Bertemu denganKu lagi
Ku hanya ingin kau datang di pelukanKu
Terima berkatku

Kuingin kau hadir di sini
Bertemu denganKu lagi
Ku hanya ingin memandang wajahmu slalu
Memberkatimu

Dengarlah ini rinduKU
Inilah isi hatiKu

Chorus

Ku rindu kau kembali pulang
Berlabuh di dalam pelukanKu
Kau tau tanganKu slalu terbuka untukmu
Memberkatimu

Ku rindu ku kembali pulang
Berlabuh di dalam pelukanMu
Ku tau tanganMu slalu terbuka untukku
Pengampunan yang Kau beri
Bawaku kembali padaMu Bapa

Seperti yang kalian lihat, saya pernah berada dalam kondisi ingin mundur dari komunitas rohani saya. Bahkan setelah kejadian ‘inipun’, saya sempat beberapa kali ingin keluar Gereja. Namun kalau kita percaya firman ini:
Yeremia 29:11 (TB)  Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Roma 8:28 (TB)  Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Segala sesuatu yang Tuhan ‘izinkan’, Tuhan beri dalam hidup kita. Itu semua Tuhan ‘yang’ berikan untuk mendatangkan kebaikan dalam hidup kita. Dan kalau ‘rhema’ yang saya dapat dari lagu ‘Pulang’ milik GMS. Apakah kita mau ‘membuat’ Tuhan yang besar ‘kasih setia-Nya’ mengetuk – ngetuk kembali hati yang kita ‘keraskan’ lagi?


Lukas 15:17-24 (TB)
17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.

Dan semua kata ‘berkat’ dalam lirik tersebut saya ‘tebalkan’, karena memang ada ‘berkat’ dari Tuhan di dalam Gereja yang Tuhan berikan untuk ‘kita’, yaitu komponen – komponen yang paling tepat untuk membentuk dan mengasihi kita. Seperti apa detailnya? Akan saya sampaikan pada ‘Trip ketiga nanti’. Mohon ditunggu dan semoga pos kali ini memberkati kalian.

~ Thank You for Reading & Visiting! ~
~ GOD BLESS YOU! JESUS CHRIST LOVES YOU! ~

Comments