Menabur itu dimulai dengan:
1. Hati yang mau
2. Memulai
3. Memberi yang Terbaik
Dan berikut cara - cara 'yang saya' pahami untuk mengawali & meminta 'belas kasihan akan jiwa - jiwa':
1. Hati yang mau
2. Memulai
3. Memberi yang Terbaik
Dan berikut cara - cara 'yang saya' pahami untuk mengawali & meminta 'belas kasihan akan jiwa - jiwa':
1. Sadari / akui, bahwa Tuhan baik. Tuhan sayang sama kita. Kita berharga dimata Tuhan. Mengakui Tuhan baik bukan karena orang lain bilang begitu, bukan karena Tuhan baik ke orang lain. Tapi karena kita sadar dan mensyukuri Tuhan baik ke hidup kita.
2. Terima diri kita seutuhnya, baik buruknya. Setelah itu baru kita sadar, seberapa worthed si kita akan kasih Tuhan sebenarnya? Semata - mata cuma kasih karunia Tuhan.
3. Kalau Tuhan sayang sama kita, apakah Tuhan ga sayang juga sama orang lain? Pahami bahwa semua manusia berharga di mata Tuhan dan Tuhan rindu akan pertobatan setiap orang.
4. Kalau Tuhan kasih kesempatan untuk melayani jiwa - jiwa. Semakin intim kesempatan yang Tuhan berikan. Semakin besar kehormatan yang kita terima. Kenapa? Karena kita diizinkan menjaga / merawat / membimbing harta-Nya yang berharga.
Beri / melakukan yang terbaik, bukan yang sempurna. Dan belajar untuk semakin tulus dalam setiap taburan. Karena Tuhan beserta kita, Tuhan-lah yang terlebih dahulu memelihara kita. Berikut ayat - ayat cinta-Nya:
Markus 6:35-44 (TB)
35 Pada waktu hari sudah mulai malam, *datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata:* "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam.
36 Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini."
37 *Tetapi jawab-Nya: "Kamu harus memberi mereka makan!"* Kata mereka kepada-Nya: "Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?"
38 Tetapi Ia berkata kepada mereka: *"Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!"* Sesudah memeriksanya mereka berkata: *"Lima roti dan dua ikan."*
39 Lalu Ia menyuruh orang-orang itu, supaya semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau.
40 Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang.
41 *Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu,* Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka.
42 *Dan mereka semuanya makan sampai kenyang.*
43 *Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, selain dari pada sisa-sisa ikan.*
44 *Yang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki.*
Yang kita butuhkan untuk hidup menjadi berkat adalah hati yang mau (mau jadi berkat & dipakai Tuhan) serta belas kasihan akan jiwa - jiwa. Sama seperti kita diberkati 'tidak selalu' dengan apa yang kita mau, tetapi pasti yang kita butuhkan. Dan bagaimana kita menjadi berkat, 'caranya' Tuhan yang tentukan. Dan terus hidup mengandalkan Tuhan. Jangan membatasi 'potensi kita' untuk menjadi berkat. Dan kalau mau dipakai lebih, mintalah dan bersemangat menghadapi proses untuk semakin dewasa 'serta tetap' rendah hati dengan kapasitas yang ditambah - tambahkan. Terus merendahkan diri mengandalkan Tuhan dan 'terus hidup' di dalam kasih karunia-Nya!
1 Korintus 12:4-5 (TB)
4 Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh.
5 Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.
Amsal 27:17 (TB) Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.
Ibrani 12:15 (TB) Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.
Dan sebagai 'Bapa yang baik', Ia tidak mungkin mau, kita anak-Nya jatuh dalam kesombongan disaat 'motivasi kita salah'. Karena kesombongan adalah akar dari segala dosa. Oleh karena itu, kita harus belajar tulus dan rendah hati, agar Tuhan bisa memakai kita lebih. Dan dari lagu ini ada 'ilustrasi' yang bagus mengenai ketulusan, persembahan 'lima roti & dua ikan' dari 'seorang anak kecil', yang tulus apa adanya. Ya anak kecil.
Markus 10:14 (TB) Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.
Here’s a song for you… Five Loaves And Two Fishes by Corrinne May https://open.spotify.com/track/5lUcSP59noN6RlEAXEjN90?si=0ncvbg81QNC8XTKt-qDOZQ
A little boy of thirteen was on his way to school
He heard a crowd of people laughing and he went to take a look
Thousands were listening to the stories of one man
He spoke with such wisdom, even the kids could understand
The hours passed so quickly, the day turned to night
Everyone was hungry but there was no food in sight
The boy looked in his lunchbox at the little that he had
He wasn't sure what good it'd do, there were thousands to be fed
But he saw the twinkling eyes of Jesus
The kindness in His smile
And the boy cried out
With the trust of a child
He said:
"Take my five loaves and two fishes
Do with it as you will
I surrender
Take my fears and my inhibitions
All my burdens, my ambitions
You can use it all to feed them all"
I often think about that boy when I'm feeling small
And I worry that the work I do means nothing at all
But every single tear I cry is a diamond in His hands
And every door that slams in my face, I will offer up in prayer
So I'll give you every breath that I have
Oh Lord, you can work miracles
All that you need is my "Amen"
So take my five loaves and two fishes
Do with it as you will
I surrender
Take my fears and my inhibitions
All my burdens, my ambitions
You can use it all
I hope it's not too small
I trust in you
I trust in you
So take my five loaves and two fishes
Do with it as you will
I surrender
Take my fears and my inhibitions
All my burdens, my ambitions
You can use it all
No gift is too small
~ SEMANGAT MENABUR & BERDOA ~
('mendoakan' itu juga 'menabur', menabur waktu & hati)
('mendoakan' itu juga 'menabur', menabur waktu & hati)
~ GOD BLESS YOU! JESUS CHRIST LOVES YOU! ~
~ HAPPY NEW YEAR ~

Comments
Post a Comment