MOVIE REVIEW - Overcomer (2019) - Keselamatan di dalam Kebutaan



Anda tahu film ini? Sudah pada nonton? Film ini bisa ditonton di Bioskop Cinemaxx.


Film ini merupakan film ber-genre religi Kristiani dengan latar belakang 'family-drama' ini memiliki banyak nilai - nilai moral yang sangat baik yang akan 'me-rhema' bagi umat Kristiani ataupun masyarakat secara umum. Film ini sangat saya rekomendasikan untuk Anda tonton terutama bagi Anda yang sedang diproses menghadapi suatu pergumulan, film ini akan membantu merubahkan paradigma Anda. Dan semangat selalu untuk semua pembaca dalam prosesnya ya!!!


Atau mau tau spoilernya dulu sebelum melakukan pembelian tiketnya? Langsung saja, ini review dari saya:



Dengan pemeran utama bernama 'John Harrison', seorang 'Basketball Coach' yang . . . Eitzzz, jadinya 'template', tar temen - temen 'readers' bekal pada pindah ke ensiklopedia sebelah lagi, wkwkwkkw.


Di dalam 'kegalauannya' John Harrison para pemain basket di Brookshire Christian School tempat Ia bekerja satu persatu mulai berpindah ke sekolah lain.




Puji Tuhan, beliau tidak kehilangan pekerjaannya. Menariknya, beliau ditugaskan menjadi pelatih seorang pelari yang menderita asma (Hannah Scott). Ya, seorang pelari yang menderita asma. Bagaimana mungkin dengan kondisi seperti itu 'ia' mungkin berlari? Tentu sang pelatih bersungut - sungut karena gejolak yang terjadi dalam karirnya.


Yesaya 55:8-11 (TB)
8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. 
9 Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. 
10 Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, 
11 demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya. 


Amin?




Disuatu kesempatan sang pelatih menemani Pendeta dari Gerejanya untuk pergi menjenguk seseorang  di rumah sakit. 'Tepat' disebelah ruang pasien yang mereka kunjungi terdapat seorang pria yang menderita tuna netra yang jarang mendapat kunjungan bernama Thomas Hill. Thomas adalah seorang atlit pelari yang sudah pensiun karena ia menderita diabetes, yang pada puncaknya telah menggerogoti mata hingga ginjalnya. Mereka saling membangun hubungan dan Thomas mengundang John untuk datang berkunjung. Dan setelah beberapa pertemuan, 'teman baru' John ini mulai membagikan value ke-Kristen-an yang Ia miliki dan mulai bersaksi bagaimana hidupnya dahulu.


Menarik sekali, karena anak dari Thomas Hill yang Ia tinggalkan sebelum ia bertobat, lahir pada hari Valentine. Hari yang sama seperti hari lahirnya Hannah Scott.


Mengetahui kesamaan tersebut John mencoba menghubungi kepala sekolah dari Brookshire Christian School tempat ia bekerja, Olivia Brooks. Olivia ternyata adalah seorang sahabat dari alm. Ibu Hannah. Olivia jugalah yang membawa Hannah masuk ke Brookshire Christian School. Olivia juga adalah orang yang kemudian ‘membimbing’ Hannah untuk ‘menerima’ Tuhan Yesus sebagai satu - satunya Tuhan dan Juruselamat.


Tepat setelah Hannah menemui ayahnya, luapan perasaannya 'tercampur aduk'. Kemudian dalam suatu kesempatan, Olivia berbicara dengannya dan membagikan ‘value’ keselamatan yang Ia miliki kepada Hannah dan membimbingnya untuk menerima Tuhan Yesus. Dan setelah Olivia membimbing Hannah menerima Tuhan Yesus. Olivia meminta Hannah untuk membaca kitab Efesus ayat 1 hingga ayat 2 (kedua ayat ini merupakan tema utama dari film ini) mengenai identitas seorang pengikut Kristus.




Pertobatan Hannah membawa haus dan lapar akan Tuhan yang luar biasa, memberikannya kerinduan untuk mengenal Tuhan melalui firman-Nya, yang memulihkan ‘gambar dirinya’ yang dahulu adalah 'anak yang tertolak' menjadi anak dari sang ‘Juruselamat’.


Pertobatan, ya pertobatan, Hannah sungguh - sungguh dengan pertobatannya. Hannah yang dulunya seorang pencuripun mulai mengembalikan barang - barang curiannya.


Tidak hanya itu, Hannahpun datang menemui Thomas untuk melepas pengampunannya kepada ayahnya tersebut di ICU.


Yakobus 5:20 (TB)  ketahuilah, bahwa barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa. 
Maleakhi 4:6 (TB)  Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.




Dikarenakan ada peraturan baru dalam perlombaan kali ini, para peserta diizinkan menggunakan earphone untuk mendengar rekaman yang mereka miliki untuk memenangkan perlombaan. John menyiapkan rekamannya dengan bantuan Ethan, anak sulungnya untuk membuat rekaman tersebut bersama Thomas. Pada saat perlombaan berlangsung Hannah mengikuti bimbingan dari ‘rekaman’ tersebut yang mengantarkan dia menuju kemenangan. Hannah menjadi juara pertama dari perlombaan tersebut.




Melalui rekaman tersebut Thomas juga membagikan sukacitanya sebagai seorang ayah dan iman yang terima dari Tuhan melalui:
Yeremia 29:11 (TB)  Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.


Selama perlombaan terakhir, melalui kata - kata Thomas (biar jelas dan dapat ‘rhema’ sendiri, ditonton ya?). Saya juga teringat akan kedua firman ini:




Amsal 23:7a (TB)  Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia.




Kolose 3:2 (TB)  Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. 



Sukacita yang bisa dibagikan Hannah & Thomas, memang singkat. Karena tidak lama setelah perlombaan tersebut, Thomas meninggal dunia. Hannah berkesempatan mengenal ayahnya selama 6 Minggu. Tuhan yang tidak pernah ingkar, dengan firman-Nya yang adalah iya & amin:
Matius 7:7-11 (TB)
7 "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
8 Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
9 Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti,
10 atau memberi ular, jika ia meminta ikan?
11 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya."
Pengkhotbah 3:11 (TB)  Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.




Ya, doa Thomas untuk mengenal anaknya. Dikabulkan oleh Tuhan. Bahkan melalui hidupnya, Ia memuliakan Tuhan. Membuktikan Tuhan mampu mengubahkan hati seseorang. Ia yang menjadi buta untuk melihat kebenaran.




Sama seperti Tuhan Allah kita yang meninggalkan firman-Nya untuk kita, Thomaspun meninggalkan rekaman berisikan pesan untuk Hannah pada setiap hari ulang tahunnya.


Hannahpun kemudian menjadi seorang yang membagikan sukacitanya melalui kasih karunianya yang memulihkan gambar dirinya sebagai ‘seorang anak’ yang dahulu rusak oleh pengertian ‘dunia’. So guys, apa yang masuk ke dalam diri kita itu penting. Oleh karena itu berhati - hatilah dengan apa yang kita serap. Dan jangan lupa membaca ‘surat cinta-Nya’ Tuhan biar kita senantiasa hidup di dalam kasih karunia-Nya. Sebab:


Ibrani 12:15 (TB)  Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.


Value:
  • Pain tolerance setiap orang berbeda. Namun sebagai anak 'Raja', kita harus terus belajar untuk hidup menjadi berkat. Membantu sesuai dengan 'kapasitas kita' bersama Tuhan. Bahkan itu akan memberkati kita kembali, kita mungkin bisa melihat potensi - potensi lain dari hidup kita. Bahkan mensyukuri keberadaan kita, yang memang diciptakan untuk melakukan pekerjaan baik-Nya: Efesus 2:10 (TB) Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. https://alkitab.app/v/7db3c0670238 Dibanding apabila kita berfokus terhadap masalah kita sendiri yang berpotensi semakin menjenuhkan kita. Ini yang saya dapat dari kisah John Harrison.

  • Kita berharga bukan karena kebisaan kita. Karena 'semua' yang kita 'punya' semua datangnya dari Tuhan. Dan kalau itu Tuhan 'ambil' dari kita. Percayalah bukan karena Ia jahat, tetapi Tuhan mau bilang, "tanpa inipun. Aku tetap mengasihimu." Karena hanya disaat kita merasakan kasih Tuhan secara 'penuh' kita bisa bersungguh - sungguh dengan Tuhan. Itu yangpenting bagi Tuhan, keselamatan kita. Ini yang saya dapat dari karakter Thomas Hill.
  • Yohanes 1:1 (TB)  Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.  https://alkitab.app/v/b68c7aef78d2 Roma 10:17 (TB)  Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.  https://alkitab.app/v/21914430b3f4 Yohanes 14:6 (TB)  Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. https://alkitab.app/v/d2cbbf71de60 Hidup mendengar dan mengikuti pimpinan firman Tuhan, Tuhan yang adalah Bapa yang ingin anak-Nya menang atas maut. Bapa di sini digambarkan dengan Thomas Hill ketika ia memimpin anaknya, Hannah Scott melalui rekaman pada perlombaan terakhir. Dan karena Hannah mengikutinya, Ia menjadi pemenang. Tidak lupa, film ini juga mengajarkan kita, bahwa kita memerlukan mentor rohani sebagai teladan dan pembina untuk membimbing kita seperti yang dilakukan John, istrinya (Amy Harrison) & Olivia untuk membimbing Hannah. Dan untuk 'kamu' yang sedang dalam proses. Menang ya :)

  • Apakah kita sungguh mengenal siapa Bapa kita yang ada di Surga dan siapa diri kita sebenarnya? Film ini dicipakan untuk itu:
  • Theme[edit]

    Overcomer's main theme is finding one's identity in Christ,[16][17] and is based mainly on Ephesians 1 and 2.[18] On the issue the film was intended to address, Alex Kendrick related the following:
    Our culture wants to say identity is what you feel, or what culture says about you, or some status, job status, financial status . . . [a]nd all those things can change. So, who are you when what you are known for is stripped away?[9]
    Concerning the religious nature of the film and the Kendrick Brothers' previous productions, Kendrick said:
    Our primary [purpose] is to help people who already know Christ, to continue growing and live out their faith.
    But there is truth in our movies that will bleed over into secular audiences as well. Many people that watch our films are impacted by the messages, even if they don’t share our faith.
    We can make a movie but only God can change the heart.[19]
    The title of the film was inspired by 1 John 5:5.[1]
    https://en.wikipedia.org/wiki/Overcomer_(film)


Sebagai bonus, bagi Anda yang ingin mendengar beberapa soundtrack dari film ini bisa mendengarkannya di:


Dan buat yang belum menonton film ini. Anda bisa menontonnya di sini dan mendapat rhema pribadi berdasarkan keadaan dan hubungan Anda bersama Tuhan https://cinepolis.co.id/Movies.aspx?Id=dacbd8b4-45fa-4f8b-9a99-75534073d3ba&Name=OVERCOMER_(SU___)


Thank you so much for Reading & Visiting!


~ GOD BLESS YOU! JESUS CHRIST LOVES YOU! ~
~ CHRISTMAS IS COMING TO TOWN ~

Comments