Beberapa hari yang lalu saya, 'baru saja' menonton film
'Facing the Giants (2006)' untuk PERTAMA kalinya. Film ini dimulai dengan
kalahnya tim 'Eagles' dari 'Shiloh Christian Academy' dalam sebuah pertandingan
football. Disaat mengetahui ada karakter bernama David (nama Daud dalam bahasa
Inggris), saya sempat berpikir, 'ah ketebak'. Saya mengira bahwa film ini akan
berfokus pada pergumulan David menghadapi musuh - musuhnya (para Goliat). Tidak
100% salah, tetapi ternyata diluar perkiraan saya.
Film ini juga disutradarai oleh Alex Kendrick (pemeran Grant
Taylor), yang juga menyutradarai film 'Overcomer (2019)'. Yang sudah lebih
dahulu saya tonton.
Selama 6 tahun masa kerjanya Grant dirasa tidak mempunyai
pencapaian yang baik. Sehingga diadakan rapat secara tersembunyi untuk
menggantikan Grant dengan Brady Owens (diperankan Tracy Goode) salah satu
asisten Grant. Berita ini sangat memukul Grant dan bukanlah yang mudah
diterima. Karena pada kenyataannya ‘kebanyakan’ dari anggota tim ‘Eagle’ tidak ‘bertanding’
cukup serius. Terlebih Grantpun baru saja menerima hasil diagnosis dokter yang
menyatakan bahwa dia mandul, yang menyebabkan dalam 4 tahun pernikahannya
dengan Brooke Taylor (diperankan Shannen Fields) mereka ‘belum juga’ memiliki
seorang bayi.
Namun respon Grant setelah kejadian ini sangatlah bagus. Ia
tidak membiarkan dirinya terpuruk begitu saja, tetapi Ia bersama sang istrinya
yang meresponi keadaan Grant dan pergumulan mereka dengan ‘mencari’ dan ‘berpaling’
kepada Tuhan. Pada tengah malam dan pada pagi hari Ia membaca firman Tuhan,
yaitu:
2 Samuel 22:2-4 (TB)
2 Ia berkata: "Ya, TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan
penyelamatku,
3 Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk
keselamatanku, kota bentengku, tempat pelarianku, juruselamatku; Engkau
menyelamatkan aku dari kekerasan.
4 Terpujilah TUHAN, seruku; maka aku pun selamat dari pada musuhku.
Namun ‘benarlah’ firman Tuhan berikut:
Yesaya 55:6 (TB)
Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama
Ia dekat!
Roma 5:5 (TB) Dan
pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam
hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
Tuhan ‘tidak pernah’ mengecewakan umat-Nya, karena Ia yang
terlebih dahulu mengasihi kita dan mempersiapkan segala sesuatu yang baik untuk
kita. Tuhan mendatangkan Mr. Bridges (seorang yang biasa mendoakan loker para
siswa agar terjadi sebuah ‘kebangkitan rohani’ di Shiloh Christian Academy. Ia
menyampaikan:
Wahyu 3:7-8 (TB)
7 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah
firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia
membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat
membuka.
8 Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu
bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu
tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal
nama-Ku.
Dan memberikan semangat / peneguhan bagi Grant. Grantpun
mengaku kepada Mr. Bridges, bahwa Ia sedang mengalami pergumulan. Mr. Bridges
memberi saran kepada Grant yang ‘menanyakan’, sudahkah Grant menyiapkan ‘wadahnya’
dengan baik?
Sekali lagi, respon Grant sangatlah bagus. Ia meresponinya
dengan pertobatan. Ia ‘membuat’ sebuah ‘visi’ baru bagi timnya yaitu untuk menjadi
tim yang ‘memuliakan Tuhan’ baik ketika mereka menang / kalah. Dan membawa firman
Tuhan ‘untuk hidup’ dalam tim Eagle.
Film ini cukup terkenal dan cukup sering saya lihat sebagai
film yang direkomendasikan dalam genre ‘life lesson movie’. Salah satunya
melalui scene yang paling terkenal di dalam film ini adalah saat Brock Kaley
(diperankan oleh Jason McLeod) diminta untuk memberi yang ‘terbaik’ ketika melakukan
‘death crawl’ sambil menggendong Jeremy, salah satu anggota Eagle yang bertubuh
paling kecil untuk maju hingga 50 yard. Ia terus ‘didorong’ oleh Grant untuk
maju melawan ‘lelah’ dan ‘sakit’ pada ototnya. Sehingga pada akhirnya Brock
mampu melakukan death crawl hingga menuju ‘end zone’. Scene ini merupakan video
teratas ketika kita mencari ‘death crawl’ di Youtube https://www.youtube.com/results?search_query=death+crawl
Extra mile ya?
Matius 5:41 (TB) Dan
siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia
sejauh dua mil.
Asisten – asistennyapun sangat mendukung ‘gaya baru’ dari
Grant ini. Dan Bradypun mengakui penyesalannya dan menyatakan bahwa Ia akan
mendukung Grant, bukan ‘pihak oposisi’. Dan ini menjawab ‘pernyataan’ Grant
terhadap Brady sebelumnya, yang bunyinya kurang lebih serupa dengan:
Lukas 16:13 (TB) Seorang
hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan
membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang
seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada
Allah dan kepada Mamon."
Kembali kepada ‘David’, untuk mengatasi ‘ketidak stabilan’
tendangannya, asisten pelatih. J.T. Hawkins Jr. (diperankan Chris Willis)
mengajarnya dengan:
Matius 7:13 (TB)
Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah
jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;
Dan Ia juga mengajarkan David, bahwa masalah yang ada pada
adalah kepercayaan diri dan tendangannya itu cenderung ‘menyimpang ke kiri dan ke kanan’, agar Ia bisa menerima upahnya
(score). Oleh karena itu, Ia harus memilih jalan yang sempit yaitu fokus ke
tengah. Demikian tendangannyapun membaik.
Dan untuk kita, agar kita bisa ‘finishing well’, hendaklah
kita juga tidak menyimpang dari jalan – jalan-NYa:
Yosua 23:6 (TB)
Kuatkanlah benar-benar hatimu dalam memelihara dan melakukan segala yang
tertulis dalam kitab hukum Musa, supaya kamu jangan menyimpang ke kanan atau ke
kiri,
Hingga pada akhirnya:
2 Timotius 4:7 (TB) Aku
telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku
telah memelihara iman.
Sebelumnya, Grant pernah menegur Matt Prater (diperankan
oleh James Blackwell), salah seorang pemainnya untuk menghormati ayahnya ‘bagaimanapun’
beliau dan ditolak mentah – mentah oleh Matt. Namun ketika terjadi pertobatan masal
di Shiloh Christian School.
Micth (guru agama) memutuskan untuk mengadakan ‘kelas
Alkitab’ dilapangan. Matt Prater menjadi salah satu murid yang menerima Tuhan
Yesus. Tidak hanya Matt, terjadi pengakuan dosa secara masal dan murid – murid terbagi
dalam beberapa kelompok untuk saling mendoakan.
Yakobus 5:16 (TB)
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan,
supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat
besar kuasanya.
Selama ini, Mr. Bridges menabur. Grant mendapat kesempatan
menyiram dan pada akhirnya Tuhan yang menuai pertobatan.
1 Korintus 3:6 (TB) Aku
menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.
Mattpun mengatakan kepada Grant bahwa Ia ingin meminta maaf
kepada ayahnya. Dan Grant mengantarkan Matt untuk menemui ayahnya. Mr. Prater
(ayah Matt) digambarkan sebagai seorang yang otoriter dan work-holic, namun Ia
tetap memutuskan untuk menerima kedatangan Matt yang disampaikan oleh
sekretarisnya. Ia tidak salah membuat keputusan, permohon maaf Matt sangat
menyentuhnya dan bahkan diapresiasi oleh ‘client’ / anak buahnya yang menjalani
meeting dengannya.
Grant tetap meneruskan ‘pelatihannya’ dengan membawa ‘firman
Tuhan’ untuk dihidupi, salah satunya mengenai kerja sama antara Nabi Nehemia
dengan para penduduk masa itu. Mereka juga selalu ‘memulai’ aktivitas mereka
dengan doa.
Eagle ‘sempat’ mengalami kekalahan dalam babak penyisihan pertama
GISA State Football Championship. Namun kemudian dikarenakan lawan mereka
Panthers dari Princeton Heights terbukti melakukan kecurangan dengan
menyertakan 2 orang pemain berumur 19 tahun (umur di mana seseorang sudah
memasuki masa kuliah dan seharusnya sudah menjadi alumni) ke dalam permainan.
Oleh karena itu, Eagle bisa kembali melanjutkan perjuangan mereka.
Siapa yang setuju, janji Tuhan adalah iya dan amin. Banyak
banget firman-Nya yang menyatakan pengampunan dan pemulihan kepada umat – umat-Nya
dan mungkin firman yang paling tepat yang saya terima adalah:
Mazmur 126:4-6 (TB)
4 Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air
kering di Tanah Negeb!
5 Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai
dengan bersorak-sorai.
6 Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti
pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.
Karena Grant terus berjalan dan menabur di dalam pertobatan
walau Iapun masih berada dalam pergumulan. Grant, istrinya dan Eagle terus ‘dibawa
naik’ oleh Tuhan. Grant mendapat kenaikan gaji sebesar $6.000 (gajinya dahulu
hanyalah sebesar $500). Sang istri yang setia menerima keadaan Grant dan tetap
setia. Brooke tetap melakukan ‘check up’ secara rutin ‘mengharapkan’ hadirnya
seorang bayi dalam janinnya. Dan Tuhan ‘menjawab’ iman tersebut. Brooke memberitahukan
Grant setelah Eagle menjuarai GISA State Football Championship.
Roma 5:3-5 (TB)
3 Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan
kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,
4 dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan
pengharapan.
5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah
dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada
kita.
Ya, Eagle mengalami kemengan demi kemenangan hingga menjadi
juara di GISA State Football Championship dan pada pertandingan terakhir mereka
melawan Richland Giants. Tuhan bekerja dengan sangat menarik. Tuhan mengeraskan
hati sang pelatih Giants, Bobby Lee Duke (diperankan oleh Jim McBride) untuk
tidak mengambil langkah yang lebih efisien tetapi memilih langkah yang ‘arogan’.
Sehingga akhirnya skor mereka menjadi seimbang dan pada ‘tendangan’ penentuan,
David yang menggantikan Josh (penendang utama). Tuhan membantu keterbatasan
jarak tendangan David (39-yard) untuk mampu melambung hingga 51-yard dengan
dorongan angin. Iman sang ayah William Childerspun yang selama ini mendorong
David untuk lebih percaya diri terlepas dari tubuhnya yang ‘kecil’ Tuhan
menciptakan dia dalam rancangan terbaiknya, telah berbuah baik.
Yeremia 29:11 (TB)
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku
mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan
bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh
harapan.
Dua tahun setelah pertandingan itu, Brooke terlihat sedang
mengandung anak kedua mereka. Dan ini firman yang ditampilkan menjelang ‘ending
credit’ film ini:
Matius 19:26 (TB)
Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak
mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."
Karakter dan ‘janji’ yang diterima Grant sedikit banyak
memiliki kesamaan dengan Abraham ya? Saya penasaran, bagaimana seandainya
apabila saya menonton film ini beberapa tahun yang lalu, sebelum saya sendiri
menerima Tuhan Yesus sebagai satu – satunya Tuhan dan juru selamat. Dan semog
tulisan dan pastinya film ini memberkati Anda. Seperti halnya Firman Tuhan,
walau dibaca berulang – ulang bisa memberi rhema yang berbeda. Mungkin hari ini
di dalam pergumulan yang baru, Anda tergerak untuk ‘bernostalgia’ menonton film
ini kembali. Anda bisa mencarinya melalui internet.
Dan semoga lagu inipun memberkati kalian:
Ir. Nicko Nyotohardjo - Aku Mengasihi
Engkau Yesus
Aku mengasihi Engkau Yesus
Dengan segenap hatiku
Aku mengasihi Engkau Yesus
Dengan segenap jiwaku
Kurenungkan firmanMu siang dan malam
Kupegang printahMu dan kulakukan
Engkau tahu ya Tuhan tujuan hidupku
Hanyalah untuk menyenangkan hatiMu
Dengan segenap hatiku
Aku mengasihi Engkau Yesus
Dengan segenap jiwaku
Kurenungkan firmanMu siang dan malam
Kupegang printahMu dan kulakukan
Engkau tahu ya Tuhan tujuan hidupku
Hanyalah untuk menyenangkan hatiMu
~ Thank You For Reading &
Visiting ~
~ God Bless You ~













Comments
Post a Comment