SERMON - Proses, Pemuridan dan Komunitas

PROSES

Niaqwa= Saya sedang dalam proses, terjemahan dari bahasa Swahili, Afrika <<
NIAQWA= Saya dihidupkan, terjemahan dari bahasa Swahili, Afrika<<

Dan kalau kita simpulkan berarti ‘proses yang menghidupkan / dihidupkan melalui proses’ ya? Menarik.

Masalah / proses membuat kita ‘bergerak’. Hadapi setiap proses termasuk proses berulang yang sudah kita menangkan dan menangkanlah kembali! Terus memuji dan mengandalkan Tuhan.

Dan terkadang kita perlu Tuhan miskinkan / hancurkan, agar kita sepenuhnya merendahkan hati kita mengandalkan Dia. Dan jangan takut, karena:

Mazmur 51:17 (TB)  (51-19) Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Efesus 3:18-20 (TB)
18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,
19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.
20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,

Rendah hati berarti menyadari semua yang kita miliki berasal dari Tuhan dan bisa diambil oleh Tuhan. Dan untuk saat teduh, kitalah yang membutuhkannya. Butuh untuk menguatkan roh kita dan mematikan daging kita.
Dan bentuk kita merendahkan hati mengandalkan Tuhan adalah dengan mengerang. Tidak hanya 'sekedar' berdoa dengan iman tau 'Tuhan itu baik'.

1 Korintus 11:19 (TB)  Sebab di antara kamu harus ada perpecahan, supaya nyata nanti siapakah di antara kamu yang tahan uji.

Proses, bahkan perpecahan itu ‘perlu terjadi’. Melalui proses kesetiaan kitapun diuji. Tanpa proses kita tidak bertumbuh dan apabila kita tidak bertumbuh berarti kita tidak berbuah! Proses kita untuk memuliakan Tuhan. Dan disaat kita sedang bertumbuh dan memiliki anak didik, karena Tuhan tidak meminta lebih dari yang kita bisa. Maka anak didik kitapun akan diproses melalui hal yang serupa.

PEMURIDAN

1.     Untuk mau dimuridkan, kita perlu merendahkan hati kita. Kerendahan hati itu seperti air, menguap dari bawah dan mengalir ke bawah, disaat kita berada di bagian bawah, maka kita akan ‘menerima’ dari atas. Dan disaat kita menjadi bagian yang ‘mengalirkan’, pastikan aliran kita itu BENAR! Agar mereka yang berada di bawah kita tidak terkontaminasi sesuatu yang salah.
2.     Jangan possessive. Jiwa – jiwa milik Tuhan. Karena setiap orang mungkin saja bisa dimuridkan oleh lebih dari satu orang.
3.     Disaat kita dilampaui, senanglah. Namun hendaklah kita melakukan crosscheck. Mengapa bukan kita yang Tuhan pakai? Dan apakah kita sungguh – sungguh senang?
4.     Speak up the truth! Dalam mentoring miliki sikap hati yang benar, ingin melayani Tuhan. Jadi berkat bagi jiwa – jiwa. Jangan takut jiwa – jiwa ‘kabur’. Dan jangan takut, kita menegur agar seseorang bertobat, karena seseorang tak bisa bertobat saat mereka tidak tahu bahwa mereka salah. Namun bagaimana caranya, jangan ‘dipukul rata’ karena setiap anak didik kita memiliki warna karakter yang berbeda. Dengan demikian juga membutuhkan ‘treatmen’ yang berbeda – beda. PASTIKAN kita memiliki ‘sikap hati’ yang sama, tulus untuk Tuhan. Benar dihadapan Tuhan, bukan karena takut seseorang keluar.
5.     Marah dengan tulus (bukan karena iri, possessive atau dendam (dendam bisa muncul disaat kita ‘gagal bereaksi’ terhadap mereka).
6.     Hati – hati dengan ego pribadi, ego pribadi menghancurkan anak didik kita. Dan pastikan seseorang datang ibadah / cool karena ingin ketemu Tuhan, bukan kita.
7.     Arahkan mereka untuk membangun hubungan dengan Tuhan. Bukan mengandalkan pemimpin.
8.     Ini tahun mulut, jaga juga pujian kita. Karena pujian bisa menjatuhkan seseorang dalam pencobaan kesombongan.
Mentor awal itu pastinya dimulai oleh Gembala Cool / Inti Cool, jadi jangalah kita bertanya – tanya, ‘siapakah mentor kita’. Pemuridan itu bukanlah kewajiban, tetapi itu hati dari Tuhan. Sesuatu yang cuma – cuma. Jadi kitapun harus belajar untuk tidak ‘jual mahal’ dan belajar dewasa, karena mentor bisa salah. Dan kelak disaat kita memuridkan, jangan mudah menyerah. Karena kitapun dulu juga mungkin sulit diatur, dll. FIGHTING!

KOMUNITAS

Yohanes 1:7-8 (TB)
7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.
8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.

Karena firman Tuhan berkata, semua manusia adalah dosa. Apabila kita menolaknya, kita sendiri mengingkari kebenaran Firman Tuhan, bukan? Kita yang butuh penggembalaan, diluar sana tanpa penggembalaan hidup kita berantakan. Dan sejatinya Tuhan bisa menggantikan siapapun yang keluar dengan mereka yang mau Ia pakai. Ia akan memaikanya lebih daripada sebelumnya untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Agar kita bisa tetap hidup di dalam terang milikilah komunitas yang benar, bukan yang baik. Karena:

Kejadian 2:17 (TB)  tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

Ingat, jadilah benar. Bukan baik, karena sejak manusia jatuh dalam dosa. Baik dan benar itu relatif. Dan jangan takut, tetapi pahami & imanilah. 'Kebenaran firman Tuhan' pasti baik karena kebenaran itu berasal dari Tuhan yang selalu baik. Namun 'kebaikan kita' belum tentu baik bagi keadaan dan benar dihadapan Tuhan.

 Yakobus 5:16 (TB)  Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Saling mengaku dosa di sini adalah antar manusia. Bukan terhadap Tuhan, karena Tuhan tak berdosa. Mungkin bisa juga termasuk rekonsiliasi. Sejatinya, kita itu adalah seorang murid. Murid harus terus belajar dan disaat kita SADAR bahwa kita masih belajar, kita juga akan menang dari intimidasi, ‘kok jatuh lagi?’. Jangan mundur!

~ Thank You for Reading & Visiting! ~
~ GOD BLESS YOU! JESUS CHRIST LOVES YOU! ~

Comments